Welcome to IMX-COM!

You can find education article and computer things in here

This is Official Account of IMX-COM

You an find the official account on social media

Temukan artikel berkualitas

Kamu bisa mendapatkan artikel berkualitas untuk makalah atau tugas sekolah

Tutorial dan pembahasan seputar Komputer

Kamu bisa mendapatkan informasi atau solusi dari permasalahan seputar komputer

Now Available on Youtube

Please Find and SUBSCRIBE

Sunday, January 8, 2017

Siapa Bilang Yang Masa Lalunya Kelam Gak Bisa Jadi "zenius"?


ITB. Nama itu sudah tidak asing di telingaku sejak masuk SMP. Ya, dari dulu aku memang ingin bisa masuk ITB. Tapi sebelum bercerita lebih lanjut, ijinkan aku menceritakan kehidupanku yang kelam dulu. Kelam dalam dalam hal pendidikan ya, bukan pergaulan.

Sejak SD prestasiku di sekolah lumayan bagus, tidak ada masalah dalam belajar, peringkat pun aman-aman saja. Tapi semua berubah ketika aku lulus dan masuk SMP favorit. Aku mendapatkan kelas yang terkenal paling nakal, yaitu kelas E. Sejak awal masuk saja sudah ada yang membuat onar. Awalnya aku bisa mengikuti pelajaran, namun seiring berjalannya waktu, aku mulai tidak memperhatikan guru, mulai malas-malasan belajar, dan sering diajak bermain game online oleh teman-temanku.

Selama 3 tahun berturut-turut berada di kelas yang sama, orang-orang yang sama, hidupku sudah sangat kelam. Jangankan mengerjakan soal matematika, saat guru menerangkan pun aku gak tau apa yang dijelaskan. Memang matematika menjadi musuh terbesarku saat itu, hingga akhirnya masuk Ujian Nasional, dan mendapatkan nilai 3-_-.

Entah apa yang ada di pikiranku, mungkin karena terlalu percaya diri berada di SMP favorit, dan setelah lulus aku juga mendaftar di SMA favorit. Saat tes berlangsung aku bisa mengerjakan soal-soal lain kecuali matematika. Tidak ada satu pun soal matematika yang aku kerjakan, ditambah kertas hasil kotretan matematika disuruh dikasih nama dan dikumpulkan, dan aku malu karena kertasku kosong.

Singkat cerita aku tidak diterima di SMA favorit itu, aku sedih dan hampir putus asa. Hingga akhirnya aku diterima di SMA yang menjadi buangan orang-orang yang tidak lulus SMA favorit, banyak juga teman-teman SMP yang akhirnya berada disana.

Hari-hari aku jalani tanpa ada semangat. Kadang memperhatikan guru kadang tidak, tapi setelah beberapa bulan belajar matematika, ternyata gurunya dapat dimengerti dan aku mulai suka dengan pelajaran matematika. Semester 1 berakhir dan aku berada di peringkat 15. Jauh dari ekspetasi. Hingga akhirnya aku sadar dan berfikir, bagaimana mungkin bisa masuk ITB dengan kemampuan seperti ini, bahkan di sekolah ini belum pernah ada yang lulus ITB. Aku makin sedih dan putus asa. Meskipun begitu, ternyata guru-guru disana berkualitas.

Tapi aku buang pikiran-pikiran itu dan mulai belajar dengan benar. Setelah beberapa bulan di semester 2, aku rasa tidak ada peningkatan dan terlalu jauh tertinggal materi, hingga akhirnya aku mencari-cari di internet tentang bimbel online, hingga akhirnya aku mengenal Zenius.net.

Waktu itu aku belum mencoba belajar dengan Zenius tapi aku liat dulu testimoninya, katanya banyak yang lulus ke PTN impian setelah belajar pake Zenius. Wah makin penasaran nih, aku buka-buka artikel nya, baca-baca tulisannya, hingga akhirnya aku termotivasi dan mulai semangat belajar. Aku coba buka video pertamanya matematika lalu pelajaran-pelajaran yang lain

Setelah dipikir-pikir ternyata asik juga belajar pake Zenius, tutornya Friendly dan ga ngebosenin. Materi yang disampaikan juga mudah dimengerti gak berbelit-belit. Aku putuskan untuk mencoba beli voucher yang 3 bulan. 

Setelah semester berakhir, aku hanya naik ke peringkat 14, lumayan lah karena baru mengenal Zenius di tengah semester. 

Kelas XI semester 1 aku mulai belajar dengan serius, saat guru menerangkan aku selalu memperhatikan. Pulang sekolah belajar dengan Zenius. Kadang nonton film yang membuatku termotivasi, contohnya 3 idiots. Aku selalu ingat kutipannya “Kejarlah keunggulan, maka kesuksesan akan menghampirimu”, atau “Belajar 4 tahun tanpa memahami, kau akan menghabiskan 40 tahun untuk menyesali”.

Nah aku sadar, setiap aku nonton video Zenius, atau baca-baca artikelnya, udah ga asing lagi kata-kata “PAHAMI KONSEP, JANGAN MENGHAPAL, PAHAMI, PAHAMI” ya mungkin udah bosen dengernya, tapi itulah yang paling penting. Aku mulai belajar memahami konsepnya setiap pelajaran. Yang tadinya gak suka matematika, jadi semangat belajar matematika. Hingga akhirnya aku mendapatkan peringkat 10, meskipun dari 9 peringkat itu hanya diduduki oleh perempuan dan aku berada paling bawah dari perempuan. Sungguh ironi.

Singkat cerita aku masuk ke semester 2. Saat itulah aku mulai disibukkan dengan kegiatan sekolah. Awalnya aku lolos seleksi olimpiade biologi. Ya, selain matematika, aku juga suka biologi. Saat itu juga aku mulai dispen setiap hari untuk mengikuti bimbingan, alhasil tugas numpuk, pelajaran yang lain tertinggal, ditambah voucher Zenius berakhir, sedangkan uang habis karena akhir bulan-_-. Aku terus belajar keras biologi tanpa Zenius, hingga makan tidak teratur dan otak kelelahan. Akhirnya aku terserang penyakit tifus, dan saat seleksi kedua aku tidak bisa hadir. Semuanya sia-sia.

Setelah beberapa minggu kemudian aku mulai belajar lagi dengan Zenius, tapi kegiatan lain pun bertambah. Aku di rekrut untuk mengikuti lomba teather mewakili kota, kebetulan sekolah aku yang terpilih. Awalnya menolak tapi akhirnya aku ikut. Setiap hari latihan sampai sore, dispen, hingga tidak ada waktu belajar. Saat itu aku agak putus asa, dan akhirnya semester 2 berakhir aku berada di peringkat 10. Tidak ada peningkatan, tidak ada penurunan pula.

Libur telah tiba, setelah aku membaca artikel kak Glenn yang judulnya Apasih Penyebab Utama Gagal Tembus SBMPTN? Akhirnya aku rencakan untuk belajar SBMPTN lebih awal, dan curi-curi start. Tapi diluar ekspetasi, aku dipaksa untuk mengikuti panitia MPLS, buat membantu dekorasi. Meskipun tugasku hanya dekorasi, tapi aku harus ikut kumpulan dari awal selama liburan sampai ikut menjadi wali gugus saat MPLS. Akhirnya aku tidak belajar sama sekali.

Aku putuskan untuk tidak ada kegiatan lagi jika sudah kelas 12. Aku mulai belajar SBMPTN TPA dan MATDAS. Aku juga bikin jadwal belajar SBMPTN dari senin sampai minggu, biologi sampai matematika, hingga akhirnya aku menemukan artikel kak Glenn juga yang judulnya Tips membuat Jadwal Belajar SBMPTN yang Efektif

Baru aja bikin jadwal yang setiap hari beda pelajaran, eh ternyata konsep kaya gitu tuh salah dan ga efektif. Akhirnya aku download aja contoh jadwalnya, aku print dan tempel-tempel di kamar, lumayan panjang.

Selain belajar, aku juga bantu ngerjain PR matematika sama kimia adek kelas, karena katanya kalo kita ngajarin orang, kita juga nambah ilmu hehe. Terbukti yang asalnya dulu ga ngerti soal SPL jadi ngerti setelah ubek-ubek materi matematika kelas 10 di Zenius. Begitu juga dengan soal-soal atom, setelah ngubek-ngubek di Zenius akhirnya ngerti.

Singkat cerita setelah serius mendalami Zenius.net, setiap ada materi baru, aku langsung buka Zenius, jadi kalau guru bertanya, aku bisa menjawab. PR selalu aku kerjakan, dengan melihat contoh soal di Zenius. Saat test lisan+ngisi soal matematika di papan tulis, karena aku belum siap test lisan, boleh mengerjakan tapi 6 soal. Yasudah aku hajar aja 6 soal itu dan ga nyisain buat yang lain. Akhirnya ketika kelas 12 semester 1 kemarin aku mendapatkan peringkat 5.

Ini baru awal proses, rencananya aku mau Gapyear setahun dan beli Xpedia Alumni dan belajar buat ngejar Informatika ITB. Semoga bisa tembus STEI ITB yang pesaingnya luar biasa susah karena Passing Grade nya yang tinggi.

Pokoknya Zenius tuh keren, materi yang disampaikan to the point, mudah dipahami dan ga bertele-tele. Bisa mengubah mindset yang tadinya belajar doang tanpa memahami jadi bisa memahami dan tau konsepnya. Artikel-artikelnya juga berkualitas dan bisa memotivasi. Buktinya dari yang dulunya kelam, benci matematika, akhirnya bisa merintis sampe peringkat 5 di semester 5 ini dan nilai rapot matematika naik jadi 94. Ya memang belum seberapa, tapi setidaknya bertahap sedikit-sedikit :).

Materi yang ada juga lengkap, mulai dari SD sampai Alumni pun ada, dan ga nyedot kuota banyak kalo diliat berulang-ulang hehe. Tampilan web yang simple juga enak dipandang ga bikin lelah mata. Kalo beli voucher juga mudah tinggal ke Indomaret, soalnya pernah pas mau transfer via bank ditolak gara-gara belum punya KTP-_-.

Kekurangan buat aku sih entah kenapa kalo lama-lama nonton videonya suka ngantuk, tapi tiap orang beda-beda sih. Selebihnya, gaada masalah.

Pokoknya thanks banget lah Zenius udah menemani hari-hariku dengan belajar dan bikin aku termotivasi hehe, semoga proses tidak menghianati hasil.

“Any fool can make something complicated. It takes a genius to make it simple”
-Woody Guthrie

And Zenius can make me Genius!!!

Saturday, November 26, 2016

Makalah Sosiologi: Dampak Globalisasi di Bidang Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Globalisasi merupakan kondisi terjadinya perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia yang terjadi secara cepat dan mendunia. Globalisasi tersebut dipicu dan dipercepat dengan adanya keterbukaan informasi dan perkembangan IPTEK. Selain itu globalisasi kesehatan menjadikan dunia kesehatan yang selama ini syarat dengan aspek humanitarian sebagai salah satu indikator kualitas sumber daya manusia (SDM), ternyata telah mengalami distorsi dan menjadi elemen pokok komoditas ekonomi yang menggiurkan. 

Globalisasi harus dijadikan agenda baru kesehatan masyarakat ketika Indonesia memasuki abad 21. Globalisasi akan memberikan dampak yang sangat luas kepada Indonesia. Dampak globalisasi diperkirakan dapat memberikan pengaruh baik terhadap penggunaan teknologi kesehatan, sistim pelayanan, penyakit penyakit baru, hingga kondisi sosial kemasyarakatan lainnya. Dengan kata lain mau tidak mau, dampak globalisai harus menjadi salah satu prioritas area garapan bidang kesehatan di Indonesia.

Kesehatan merupakan modal bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia dan sebagai modal bagi pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Globalisasi yang marak dikampanyekan dalam semua lini sebagai tantangan maupun ancaman juga merambah wilayah kesehatan yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum, oleh karena itu perlunya kesiapan kita sebagai tenaga kesehatan khusus nya dalam bidang kesehatan masyarakat untuk menghadapi tantangan globalisasi tersebut agar kita tidak tertinggal dengan adanya pengaruh globalisasi tersebut.

1.2  Rumusan Masalah

a.       Bagaimana pengaruh globalisasi pada bidang kesehatan di Indonesia?
b.      Bagaimana dampak positif dan dampak negatif globalisasi di bidang kesehatan?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
a.       Untuk mengetahui pengaruh globalisasi pada bidang kesehatan di Indonesia
b.      Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif globalisasi di bidang kesehatan

1.4 Manfaat

Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat bagi pihak pembaca atas pengetahuan lebih lanjut tentang dampak globalisasi di bidang kesehatan.


BAB II
PEMBAHASAN

 

2.1 Globalisasi di Bidang Kesehatan

Kata Globalisasi berasal dari bahasa inggris yaitu Globalization, yaitu gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses. Secara umum globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak.
Semakin berkembangnya zaman menuju era globalisasi dan perdagangan bebas, berefek pada perdagangan baik itu perdagangan jasa maupun perdagangan barang. Dalam hal ini sistem kesehatan juga ikut terkena dampaknya yaitu keterlibatan perdagangan bebas dalam hal perdagangan jasa kesehatan. Dalam perdagangan jasa kesehatan sendiri secara internasional diatur oleh WTO (World Trade Organization) karena tenaga kesehatan dalam dianggap sebagai tenaga kesehatan sehingga regulasinya diatur oleh badan internasional yang mengurusi masalah ketenagakerjaan ini.
Adapun bentuk-bentuk perdagangan jasa dalam dunia internasional yang sekarang sedang marak dilakukan adalah:

a.       Cross Border Trade

Cross border trade didefinisikan sebagai transaksi jasa kesehatan dimana antara dokter dan pasien tidak bertemu secara langsung atau tatap muka.

b.      Consumption Abroad

Comsumption abroad merupakan suatu metode penggunaan jasa kesehatan dimana penduduk suatu negara memakai jasa pelayanan kesehatan di negara lain. Hal ini sedang sangat marak terjadi di Indonesia. Dari hasil penelitian dan survei pada tahun 2006 didapatkan bahwa lebih dari 65 % pasien di rumah sakit di Malaysia berasal dari Indonesia. Hal ini dapat disimpulkan alasan orang Indonesia berobat ke Malaysia adalah karena pelayanan yang bagus dan ditambah lagi biaya pengobatan yang murah. Dari hasil lain yang didapat bahwa rakyat Indonesia menghabiskan lebih dari 1 juta Dolar US untuk biaya pengobatan ke luar negeri.

c.       Commercial Presence

Commercial presence diartikan sebagai munculnya rumah sakit atau penyedia kesehatan dengan kepemilikan dari asing. Istilah kasarnya adalah pihak asing/luar negeri mulai membuat jasa pelayanan kesehatan ke suatu negara.

d.      Natural Presence

Natural presence diartikan sebagai keberadaan alami suatu tenaga kesehatan di negara lain. Dalam bahasa sederhananya adalah tenaga-tenaga kesehatan yang bekerja di luar negeri. Tercatat bawa negara-negara Asia tenggara, termasuk Indonesia, merupakan negara yang paling banyak mengirimkan tenaga kesehatannya keluar negeri terutama ke negara-negara Timur Tengah. Hal ini terjadi karena kesempatan untuk mendapatkan gaji lebih baik di luar negeri dan bagi negara luar negeri, tenaga kerja Indonesia merupakan tenaga kerja yang murah.

2.2  Pengaruh Globalisasi Pada Bidang Kesehatan di Indonesia

·         Akan semakin memperparah maldistribusi dan kekurangan tenaga kesehatan. Dengan semakin terbukanya jalur dan kesempatan di luar negeri maka para tenaga kesehatan Indonesia akan cenderung untuk mencoba kesempatan ke luar negeri karena mendapatkan prospek karir dan gaji lebih baik sehingga Indonesia yang sudah kekurangan tenaga kesehatan akan semakin parah kekurangan tenaga kesehatannya.
·         Dampak dari adanya commercial presence secara positif adalah pelayanan kesehatan yang semakin baik di Indonesia karena kerjasama pemerintah dibantu oleh sektor swasta yang akan memperbaiki dan menambah mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Dampak negatif dari hal ini adalah bahwa seluruh dokter nantinya akan terus beralih dari sektor publik ke sektor swasta sehingga tenaga kesehatan yang bekerja untuk pemerintah akan berkurang.
Ada beberapa contoh mengenai dampak globalisasi pada sektor kesehatan, seperti:
1)      Meningkatnya mobilitas profesional kesehatan dari suatu negara ke suatu negara lain
2)      Meningkatanya mobilitas konsumen kesehatan (pasien) yang pergi ke luar negri untuk mendapatkan perawatan medis
3)      Meningkatnya perusahaan asing dan perusahaan asuransi asing di dalam negeri

Fenomena ini juga terjadi di Indonesia. Salah satu faktor pemicu globalisasi kesehatan di Indonesia adalah dengan adanya AFTA 2010.  AFTA merupakan singkatan dari ASEAN Free Trade Area yang dibuat pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke IV di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibuatnya AFTA, tentu saja baik, negara – negara di kawasan Asia Tenggara telah bersepakat untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional Asia Tenggara sekaligus menjadikan Asia Tenggara menjadi salah satu pihak yang berpengaruh pada perdagangan dunia.

AFTA pada kenyataannya tidak hanya mengedepankan satu aspek saja, setidaknya ada lebih dari 12 sektor yang disentuh AFTA, termasuk sektor kesehatan. Praktek AFTA sendiri sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2003 untuk 6 negara pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunnei Darussalam) sedangkan pada tahun 2010 AFTA mulai berlaku pula pada negara – negara lain yang tergabung dalam ASEAN seperti Kamboja, Laos, Myannmar, dan Vietnam.

Banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri,  seperti Singapura. Bahkan lebih dari 50% pasien dari salah satu rumah sakit di Singapura adalah orang Indonesia. Maraknya rumah sakit asing atau praktek pelayanan kesehatan asing juga menjamur di Indonesia. 

Peranan AFTA meluas di berbagai sektor kehidupan. Sektor kesehatan hanya salah satu sektor dari 12 sektor yang dijamah AFTA. Sudah semestinya kalau kita menanggapi AFTA ini dengan positif, sebagai sebuah tantangan baru yang mengajak dunia kesehatan Indonesia untuk giat berkompetisi menuju ke arah perkembangan yang lebih baik.

Tindakan kompetisi tersebut, dapat dimulai dari sumber daya tenaga kesehatan terlebih dahulu, atau dengan kata lain, mulailah dengan kualitas manusianya. Salah satu usaha untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas adalah dengan memenuhi standar kompetensi minimum internasional seperti yang telah ditetapkan oleh The Institue for International Medical Education (IIME) yang meliputi tujuh butir aspek standar kompetensi minimum yang disebut sebagai Global Minimum Essential Requirements (GMER) yang meliputi:
1)      Professional values, attitudes, behavior and ethics (nilai profesional, perilaku, kepribadian dan etika)
2)      Scientific foundation of medicine ( pondasi medis yang scientific)
3)      Clinical skills (ketrampilan medis)
4)      Communication skills (ketrampilan komunikasi)
5)      Population health and health systems (populasi kesehatan dan sistem kesehatan)
6)      Management of information (manajemen informasi)
7)      Critical thinking and research. (berpikir kritis dan penelitian)

GMER ini menuntut kompetensi yang tidak hanya mencakup segi keilmuan yang kuat, namun juga terkait dengan penguasaan soft skill (komunikasi,  profesionalitas, perilaku, dan etika) yang mumpuni (mahir). Nampaknya yang menjadi solusi penting untuk mencapai ketujuh butir kompetensi minimal di atas adalah dengan mengembangkan sumber daya tenaga kesehatan melalui sistem pendidikan yang baik. Melalui sistem pendidikan yang mencakup aspek – aspek di atas, setiap tenaga kesehatan mulai disiapkan untuk berkompetisi di masa mendatang.

Selain memperbaiki kualitas sumber daya manusianya, perlu juga diperbaiki kualitas sistemnya, seperti sistem Rumah Sakit misalnya, terdapat pergeseran mengenai konsep dan kebijakan rumah sakit pada fase pra globalisasi dan di era globalisasi sebagai berikut:

Pra Globalisasi
1)      RS adalah Lembaga Sosial
2)      Anggaran dari Pemerintah
3)      Pembayaran Langsung
4)      Sistem Pembayaran fee for service
5)      Upaya lebih ditekankan pada kuratif dan rehabilitatif
6)      Terpisah dari sistem pelayanan medik wilayah Dati II
7)      Kebijakan standar untuk semua RS
8)      Manajemen mutu bukan inti kegiatan
9)      Berorientasi pada dokter  
      
Era Globalisasi

1)      RS adalah industri jasa
2)       Anggaran dari masyarakat
3)      Pembayaran dari masyarakat
4)      Sistem pembayaran kapitasi
5)      Upaya paripurna dari promotif sampai dengan rehabilitatif
6)      Merupakan bagiaan dari sistem pelayanan medik Dati II
7)      Kebijakan standar berbeda untuk urban dan rural
8)       Manajemen mutu menjadi inti kegiatan rumah sakit
9)      Berorientasi pada konsumen

2.3  Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Kesehatan

1.      Dampak positif

a.      Meningkatnya mobilitas profesional dari suatu negara ke negara yang lain.
b.       Meningkatnya teknologi terhadap peralatan medis yang menunjang pengobatan terhadap pasien.
c.       Meningkatnya perusahaan asing dan perusahaan asuransi asing di dalam negeri.

2.      Dampak Negatif

a.      Kecanggihan teknologi membuat banyak masyarakat yang meninggalkan cara pengobatan alternatif terhadap penyakit mereka, sehingga banyak mobilitas konsumen kesehatan (pasien) yang harus pergi ke luar negeri untuk berobat/mendapat perawatan medis.
b.      Kecanggihan teknologi dimanfaatkan bagi banyak orang untuk membuka perusahaan-perusahaan seperti industri tanpa mempedulikan udara daerah sekitar yang semakin tercemar, sehingga banyak orang yang dapat menderita penyakit saluran pernapasan.
c.       Akan semakin memperparah maldistribusi dan kekurangan tenaga kesehatan. Dengan semakin terbukanya jalur dan kesempatan di luar negeri, maka para tenaga kesehatan suatu negara akan cenderung untuk mencoba kesempatan ke luar negeri. Sehingga negara tersebut semakin kekurangan tenaga kesehatan.




BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Datangnya era globalisasi tidak dapat dan memang tidak perlu dicegah, yang lebih penting adalah bagaimana menyikapi dampak positif dan mencegah dampak negatifnya. Usaha peningkatan kompetensi individual dan daya saing nasional merupakan pilihan utama agar pelayanan kesehatan Indonesia tetap kukuh sebagai tuan rumah di negara sendiri.

3.2 Saran

Dalam pelayanan kesehatan ini pemerintah seharusnya senantiasa memfasilitasi dalam bentuk penyusunan kebijakan, peraturan perundangan, dan pengawasan yang efektif serta efisien.


DAFTAR PUSTAKA


Mautaf, Sherin. “Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Bagi Kesehatan”. Diakses 16 November 2016. https://brainly.co.id/tugas/36726

Azzahra, Aini. “TANTANGAN GLOBALISASI BAGI KESEHATAN MASYARAKAT”. Diakses 16 November 2016. http://ainiazzahracalontenagakesmas.blogspot.co.id

Imam, Aang. “Apa itu Globalisasi? Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampak Globalisasi” Diakses 16 November 2016. http://www.kuliah.info/2015/05/apa-itu-globalisasi-ini-pengertian.html

Matheus, Lothar. “GLOBALISASI PADA SISTEM KESEHATAN”. Diakses 16 November 2016. http://lotharvanende.blogspot.co.id/2010/10/globalisasi-pada-sistem-kesehatan.html