Welcome to IMX-COM!

You can find education article and computer things in here

This is Official Account of IMX-COM

You an find the official account on social media

Temukan artikel berkualitas

Kamu bisa mendapatkan artikel berkualitas untuk makalah atau tugas sekolah

Tutorial dan pembahasan seputar Komputer

Kamu bisa mendapatkan informasi atau solusi dari permasalahan seputar komputer

Now Available on Youtube

Please Find and SUBSCRIBE

Saturday, November 26, 2016

Makalah Sosiologi: Dampak Globalisasi di Bidang Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Globalisasi merupakan kondisi terjadinya perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia yang terjadi secara cepat dan mendunia. Globalisasi tersebut dipicu dan dipercepat dengan adanya keterbukaan informasi dan perkembangan IPTEK. Selain itu globalisasi kesehatan menjadikan dunia kesehatan yang selama ini syarat dengan aspek humanitarian sebagai salah satu indikator kualitas sumber daya manusia (SDM), ternyata telah mengalami distorsi dan menjadi elemen pokok komoditas ekonomi yang menggiurkan. 

Globalisasi harus dijadikan agenda baru kesehatan masyarakat ketika Indonesia memasuki abad 21. Globalisasi akan memberikan dampak yang sangat luas kepada Indonesia. Dampak globalisasi diperkirakan dapat memberikan pengaruh baik terhadap penggunaan teknologi kesehatan, sistim pelayanan, penyakit penyakit baru, hingga kondisi sosial kemasyarakatan lainnya. Dengan kata lain mau tidak mau, dampak globalisai harus menjadi salah satu prioritas area garapan bidang kesehatan di Indonesia.

Kesehatan merupakan modal bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia dan sebagai modal bagi pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Globalisasi yang marak dikampanyekan dalam semua lini sebagai tantangan maupun ancaman juga merambah wilayah kesehatan yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum, oleh karena itu perlunya kesiapan kita sebagai tenaga kesehatan khusus nya dalam bidang kesehatan masyarakat untuk menghadapi tantangan globalisasi tersebut agar kita tidak tertinggal dengan adanya pengaruh globalisasi tersebut.

1.2  Rumusan Masalah

a.       Bagaimana pengaruh globalisasi pada bidang kesehatan di Indonesia?
b.      Bagaimana dampak positif dan dampak negatif globalisasi di bidang kesehatan?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
a.       Untuk mengetahui pengaruh globalisasi pada bidang kesehatan di Indonesia
b.      Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif globalisasi di bidang kesehatan

1.4 Manfaat

Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat bagi pihak pembaca atas pengetahuan lebih lanjut tentang dampak globalisasi di bidang kesehatan.


BAB II
PEMBAHASAN

 

2.1 Globalisasi di Bidang Kesehatan

Kata Globalisasi berasal dari bahasa inggris yaitu Globalization, yaitu gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses. Secara umum globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak.
Semakin berkembangnya zaman menuju era globalisasi dan perdagangan bebas, berefek pada perdagangan baik itu perdagangan jasa maupun perdagangan barang. Dalam hal ini sistem kesehatan juga ikut terkena dampaknya yaitu keterlibatan perdagangan bebas dalam hal perdagangan jasa kesehatan. Dalam perdagangan jasa kesehatan sendiri secara internasional diatur oleh WTO (World Trade Organization) karena tenaga kesehatan dalam dianggap sebagai tenaga kesehatan sehingga regulasinya diatur oleh badan internasional yang mengurusi masalah ketenagakerjaan ini.
Adapun bentuk-bentuk perdagangan jasa dalam dunia internasional yang sekarang sedang marak dilakukan adalah:

a.       Cross Border Trade

Cross border trade didefinisikan sebagai transaksi jasa kesehatan dimana antara dokter dan pasien tidak bertemu secara langsung atau tatap muka.

b.      Consumption Abroad

Comsumption abroad merupakan suatu metode penggunaan jasa kesehatan dimana penduduk suatu negara memakai jasa pelayanan kesehatan di negara lain. Hal ini sedang sangat marak terjadi di Indonesia. Dari hasil penelitian dan survei pada tahun 2006 didapatkan bahwa lebih dari 65 % pasien di rumah sakit di Malaysia berasal dari Indonesia. Hal ini dapat disimpulkan alasan orang Indonesia berobat ke Malaysia adalah karena pelayanan yang bagus dan ditambah lagi biaya pengobatan yang murah. Dari hasil lain yang didapat bahwa rakyat Indonesia menghabiskan lebih dari 1 juta Dolar US untuk biaya pengobatan ke luar negeri.

c.       Commercial Presence

Commercial presence diartikan sebagai munculnya rumah sakit atau penyedia kesehatan dengan kepemilikan dari asing. Istilah kasarnya adalah pihak asing/luar negeri mulai membuat jasa pelayanan kesehatan ke suatu negara.

d.      Natural Presence

Natural presence diartikan sebagai keberadaan alami suatu tenaga kesehatan di negara lain. Dalam bahasa sederhananya adalah tenaga-tenaga kesehatan yang bekerja di luar negeri. Tercatat bawa negara-negara Asia tenggara, termasuk Indonesia, merupakan negara yang paling banyak mengirimkan tenaga kesehatannya keluar negeri terutama ke negara-negara Timur Tengah. Hal ini terjadi karena kesempatan untuk mendapatkan gaji lebih baik di luar negeri dan bagi negara luar negeri, tenaga kerja Indonesia merupakan tenaga kerja yang murah.

2.2  Pengaruh Globalisasi Pada Bidang Kesehatan di Indonesia

·         Akan semakin memperparah maldistribusi dan kekurangan tenaga kesehatan. Dengan semakin terbukanya jalur dan kesempatan di luar negeri maka para tenaga kesehatan Indonesia akan cenderung untuk mencoba kesempatan ke luar negeri karena mendapatkan prospek karir dan gaji lebih baik sehingga Indonesia yang sudah kekurangan tenaga kesehatan akan semakin parah kekurangan tenaga kesehatannya.
·         Dampak dari adanya commercial presence secara positif adalah pelayanan kesehatan yang semakin baik di Indonesia karena kerjasama pemerintah dibantu oleh sektor swasta yang akan memperbaiki dan menambah mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Dampak negatif dari hal ini adalah bahwa seluruh dokter nantinya akan terus beralih dari sektor publik ke sektor swasta sehingga tenaga kesehatan yang bekerja untuk pemerintah akan berkurang.
Ada beberapa contoh mengenai dampak globalisasi pada sektor kesehatan, seperti:
1)      Meningkatnya mobilitas profesional kesehatan dari suatu negara ke suatu negara lain
2)      Meningkatanya mobilitas konsumen kesehatan (pasien) yang pergi ke luar negri untuk mendapatkan perawatan medis
3)      Meningkatnya perusahaan asing dan perusahaan asuransi asing di dalam negeri

Fenomena ini juga terjadi di Indonesia. Salah satu faktor pemicu globalisasi kesehatan di Indonesia adalah dengan adanya AFTA 2010.  AFTA merupakan singkatan dari ASEAN Free Trade Area yang dibuat pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke IV di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibuatnya AFTA, tentu saja baik, negara – negara di kawasan Asia Tenggara telah bersepakat untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional Asia Tenggara sekaligus menjadikan Asia Tenggara menjadi salah satu pihak yang berpengaruh pada perdagangan dunia.

AFTA pada kenyataannya tidak hanya mengedepankan satu aspek saja, setidaknya ada lebih dari 12 sektor yang disentuh AFTA, termasuk sektor kesehatan. Praktek AFTA sendiri sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2003 untuk 6 negara pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunnei Darussalam) sedangkan pada tahun 2010 AFTA mulai berlaku pula pada negara – negara lain yang tergabung dalam ASEAN seperti Kamboja, Laos, Myannmar, dan Vietnam.

Banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri,  seperti Singapura. Bahkan lebih dari 50% pasien dari salah satu rumah sakit di Singapura adalah orang Indonesia. Maraknya rumah sakit asing atau praktek pelayanan kesehatan asing juga menjamur di Indonesia. 

Peranan AFTA meluas di berbagai sektor kehidupan. Sektor kesehatan hanya salah satu sektor dari 12 sektor yang dijamah AFTA. Sudah semestinya kalau kita menanggapi AFTA ini dengan positif, sebagai sebuah tantangan baru yang mengajak dunia kesehatan Indonesia untuk giat berkompetisi menuju ke arah perkembangan yang lebih baik.

Tindakan kompetisi tersebut, dapat dimulai dari sumber daya tenaga kesehatan terlebih dahulu, atau dengan kata lain, mulailah dengan kualitas manusianya. Salah satu usaha untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas adalah dengan memenuhi standar kompetensi minimum internasional seperti yang telah ditetapkan oleh The Institue for International Medical Education (IIME) yang meliputi tujuh butir aspek standar kompetensi minimum yang disebut sebagai Global Minimum Essential Requirements (GMER) yang meliputi:
1)      Professional values, attitudes, behavior and ethics (nilai profesional, perilaku, kepribadian dan etika)
2)      Scientific foundation of medicine ( pondasi medis yang scientific)
3)      Clinical skills (ketrampilan medis)
4)      Communication skills (ketrampilan komunikasi)
5)      Population health and health systems (populasi kesehatan dan sistem kesehatan)
6)      Management of information (manajemen informasi)
7)      Critical thinking and research. (berpikir kritis dan penelitian)

GMER ini menuntut kompetensi yang tidak hanya mencakup segi keilmuan yang kuat, namun juga terkait dengan penguasaan soft skill (komunikasi,  profesionalitas, perilaku, dan etika) yang mumpuni (mahir). Nampaknya yang menjadi solusi penting untuk mencapai ketujuh butir kompetensi minimal di atas adalah dengan mengembangkan sumber daya tenaga kesehatan melalui sistem pendidikan yang baik. Melalui sistem pendidikan yang mencakup aspek – aspek di atas, setiap tenaga kesehatan mulai disiapkan untuk berkompetisi di masa mendatang.

Selain memperbaiki kualitas sumber daya manusianya, perlu juga diperbaiki kualitas sistemnya, seperti sistem Rumah Sakit misalnya, terdapat pergeseran mengenai konsep dan kebijakan rumah sakit pada fase pra globalisasi dan di era globalisasi sebagai berikut:

Pra Globalisasi
1)      RS adalah Lembaga Sosial
2)      Anggaran dari Pemerintah
3)      Pembayaran Langsung
4)      Sistem Pembayaran fee for service
5)      Upaya lebih ditekankan pada kuratif dan rehabilitatif
6)      Terpisah dari sistem pelayanan medik wilayah Dati II
7)      Kebijakan standar untuk semua RS
8)      Manajemen mutu bukan inti kegiatan
9)      Berorientasi pada dokter  
      
Era Globalisasi

1)      RS adalah industri jasa
2)       Anggaran dari masyarakat
3)      Pembayaran dari masyarakat
4)      Sistem pembayaran kapitasi
5)      Upaya paripurna dari promotif sampai dengan rehabilitatif
6)      Merupakan bagiaan dari sistem pelayanan medik Dati II
7)      Kebijakan standar berbeda untuk urban dan rural
8)       Manajemen mutu menjadi inti kegiatan rumah sakit
9)      Berorientasi pada konsumen

2.3  Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Kesehatan

1.      Dampak positif

a.      Meningkatnya mobilitas profesional dari suatu negara ke negara yang lain.
b.       Meningkatnya teknologi terhadap peralatan medis yang menunjang pengobatan terhadap pasien.
c.       Meningkatnya perusahaan asing dan perusahaan asuransi asing di dalam negeri.

2.      Dampak Negatif

a.      Kecanggihan teknologi membuat banyak masyarakat yang meninggalkan cara pengobatan alternatif terhadap penyakit mereka, sehingga banyak mobilitas konsumen kesehatan (pasien) yang harus pergi ke luar negeri untuk berobat/mendapat perawatan medis.
b.      Kecanggihan teknologi dimanfaatkan bagi banyak orang untuk membuka perusahaan-perusahaan seperti industri tanpa mempedulikan udara daerah sekitar yang semakin tercemar, sehingga banyak orang yang dapat menderita penyakit saluran pernapasan.
c.       Akan semakin memperparah maldistribusi dan kekurangan tenaga kesehatan. Dengan semakin terbukanya jalur dan kesempatan di luar negeri, maka para tenaga kesehatan suatu negara akan cenderung untuk mencoba kesempatan ke luar negeri. Sehingga negara tersebut semakin kekurangan tenaga kesehatan.




BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Datangnya era globalisasi tidak dapat dan memang tidak perlu dicegah, yang lebih penting adalah bagaimana menyikapi dampak positif dan mencegah dampak negatifnya. Usaha peningkatan kompetensi individual dan daya saing nasional merupakan pilihan utama agar pelayanan kesehatan Indonesia tetap kukuh sebagai tuan rumah di negara sendiri.

3.2 Saran

Dalam pelayanan kesehatan ini pemerintah seharusnya senantiasa memfasilitasi dalam bentuk penyusunan kebijakan, peraturan perundangan, dan pengawasan yang efektif serta efisien.


DAFTAR PUSTAKA


Mautaf, Sherin. “Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Bagi Kesehatan”. Diakses 16 November 2016. https://brainly.co.id/tugas/36726

Azzahra, Aini. “TANTANGAN GLOBALISASI BAGI KESEHATAN MASYARAKAT”. Diakses 16 November 2016. http://ainiazzahracalontenagakesmas.blogspot.co.id

Imam, Aang. “Apa itu Globalisasi? Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampak Globalisasi” Diakses 16 November 2016. http://www.kuliah.info/2015/05/apa-itu-globalisasi-ini-pengertian.html

Matheus, Lothar. “GLOBALISASI PADA SISTEM KESEHATAN”. Diakses 16 November 2016. http://lotharvanende.blogspot.co.id/2010/10/globalisasi-pada-sistem-kesehatan.html

LAPORAN HASIL WAWANCARA PARTAI PKS (PARTAI KEADILAN SEJAHTERA)



Waktu dan Tempat Kegiatan

Hari / Tanggal                      : Sabtu, 30 April 2016
Waktu                                  : Pukul 14.00 WIB – selesai
Tempat                                 : DPD PKS Cianjur


Anggota:


Narasumber                                   : Bapak Aulia Sukendar
Pewawancara                                : Bayu Iskandar
Juru Foto                                       : Ratu Sri Namiroh
Juru Tulis                                       : Bela Sintia
Editor laporan                               : Nur Mukhlish Mazid

Laporan Hasil Wawancara


1.     Bagaimana sejarah dari Partai PKS ?

Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.
Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945.
Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus merubah namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiringterpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma'il dan Hidayat Nur Wahid disaat Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16 - 20 Juni 2010 di Jakarta, Luthfi Hasan Ishaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2010-2015.
2.     Apa visi dan misi Partai PKS ?
·         Visi Indonesia yang dicita-citakan Partai Keadilan Sejahtera adalah:
Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat.
Masyarakat Madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh keimanan; menghormati pluralitas; bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong-royong menjaga kedaulatan Negara. Pengertian genuin dari masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat Indonesia di masa kini yang merealisasikan Ukhuwwah Islamiyyah (ikatan keislaman), Ukhuwwah Wathaniyyah (ikatan kebangsaan) dan Ukhuwwah Basyariyyah (ikatan kemanusiaan), dalam bingkai NKRI.
Adil adalah kondisi dimana entitas dan kualitas kehidupan baik pembangunan politik, ekonomi, hukum, dan sosial-budaya ditempatkan secara proporsional dalam ukuran yang pas dan seimbang, tidak melewati batas. Itulah sikap moderat, suatu keseimbangan yang terhindar dari jebakan dua kutub ekstrem: mengurangi dan melebihi (ifrath dan tafrith).
Sejahtera secara standar berarti aman dan makmur. Aman adalah situasi kemanusiaan yang terbebas dari rasa takut, secara psikis sejahtera, sedangkan makmur adalah situasi kemanusiaan yang terbebas dari rasa lapar, secara fisik sejahtera. . Firman Allah Swt menegaskan, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)-nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS, al-Nahl 16: 112).
Bermartabat menuntut bangsa Indonesia untuk menempatkan dirinya sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang mampu menampilkan dirinya, baik dalam aspek sosial, politik, ekonomi, maupun budaya secara elegan sehingga memunculkan penghormatan dan kekaguman dari bangsa lain. Martabat muncul dari akhlak dan budi pekerti yang baik, mentalitas, etos kerja dan akhirnya bermuara pada produktivitas dan kreativitas. Kreativitas bangsa yang tinggi dapat mewujud dalam karya-karya adiluhung dalam berbagai bidang yang tak ternilai. Dari sana muncul rasa bangga pada diri sendiri dan penghormatan dari bangsa lain. Martabat memunculkan rasa percaya diri yang memungkinkan kita berdiri sama tegak, dan tidak didikte oleh bangsa lain.

·         Misi yang diemban Partai Keadilan Sejahtera
a)      Mempelopori reformasi sistem politik, pemerintahan dan birokrasi, peradilan, dan militer untuk berkomitmen terhadap penguatan demokrasi. Mendorong penyelenggaraan sistem ketatanegaraan yang sesuai dengan fungsi dan wewenang setiap lembaga agar terjadi proses saling mengawasi. Menumbuhkan kepemimpinan yang kuat, yang mempunyai kemampuan membangun solidaritas masyarakat untuk berpartisipasi dalam seluruh dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, yang memiliki keunggulan moral, kepribadian, dan intelektualitas. Melanjutkan reformasi birokrasi dan lembaga peradilan dengan memperbaiki sistem rekrutmen dan pemberian sanksi-penghargaan, serta penataan jumlah pegawai negeri dan memfokuskannya pada posisi fungsional, untuk membangun birokrasi yang bersih, kredibel, dan efisien. Penegakan hukum yang diawali dengan membersihkan aparat penegaknya dari perilaku bermasalah dan koruptif. Mewujudkan kemandirian dan pemberdayaan industry pertahanan nasional. Mengembangkan otonomi daerah yang terkendali serta berorientasi pada semangat keadilan dan proporsionalitas melalui musyawarah dalam lembagalembaga kenegaraan di tingkat pusat, provinsi dan daerah. Menegaskan kembali sikap bebas dan aktif dalam mengupayakan stabilitas kawasan dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan. Menggalang solidaritas dunia demi mendukung bangsa-bangsa yang tertindas dalam merebut kemerdekaannya.
b)      Mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat melalui strategi pemerataan pendapatan, pertumbuhan bernilai tambah tinggi, dan pembangunan berkelanjutan, yang dilaksanakan melalui langkah-langkah utama berupa pelipatgandaan produktifitas sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan; peningkatan dayasaing industri nasional dengan pendalaman struktur dan upgrading kemampuan teknologi; dan pembangunan sektor-sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru berbasis resources dan knowledge. Semua itu dilaksanakan di atas landasan (filosofi) ekonomi egaliter yang akan menjamin kesetaraan atau valuasi yang sederajat antara (pemilik) modal dan (pelaku) usaha, dan menjamin pembatasan tindakan spekulasi, monopoli, dan segala bentuk kriminalitas ekonomi yang dilakukan oleh penguasa modal dan sumber-sumber ekonomi lain untuk menjamin terciptanya kesetaraan bagi seluruh pelaku usaha.
c)      Menuju pendidikan yang berkeadilan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Membangun sistem pendidikan nasional yang terpadu, komprehensif dan bermutu untuk menumbuhkan SDM yang berdaya saing tinggi serta guru yang professional dan sejahtera. Menuju sehat paripurna untuk semua kelompok warga, dengan visi sehat badan, mental spiritual, dan sosial sehingga dapat beribadah kepada Allah SWT untuk membangun bangsa dan negara; dengan cara mengoptimalkan anggaran kesehatan dan seluruh potensi untuk mendukung pelayanan kesehatan berkualitas. Mengembangkan seni dan budaya yang bersifat etis dan relijius sebagai faktor penentu dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh, disiplin kuat, etos kerja kokoh, serta daya inovasi dan kreativitas tinggi. Terciptanya masyarakat sejahtera, melalui pemberdayaan masyarakat yang dapat mewadahi dan membantu proses pembangunan berkelanjutan.

3.     Apa yang ingin dicapai partai PKS di tahun 2016 ini ?

Yang ingin di capai Partai PKS ini dapat dilihat dari visi dan misinya. Yang jelas untuk memajukan bangsa Indonesia.

4.     Apa ideologi dari partai PKS ?
 
Ideologi dari Partai PKS lebih mengarah pada “Fundamentalisme” yaitu yang berkaitan dengan persoalanan keagamaan yang mampu mendukung adanya kebenaran dan kejujuran
5.     Bagaimana susunan atau jumlah kursi Partai PKS ?
Untuk susunan kursi PKS memiliki 5 kursi yang tersebar di setiap Dapil (Daerah Pemilihan), yaitu:
§  Dapil 1 anggota dewannya Teguh Agung NM, S.Si yang meliputi Kecamatan Cianjur, Warung Kondang, Gekbrong, dan Cilaku.
§  Dapil 2 anggota dewannya Hj. Istinganah, SH yang meliputi Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi, dan Cikalong Kulon.
§  Dapil 3 anggota dewannya H. Wilman Singawinata yang meliputi Karang Tengah, Sukaluyu, Bojong Picung, Cirangjang, Haur Wangi, dan Mande.
§  Dapil 4 anggota dewannya Dani Hamdani, SE yang meliputi Cibeber, Campaka, Campaka Mulya, Sukanagara, Takokak, Pagelaran dan Pasir Kuda.
§  Dapil 5 anggota dewannya Drh.Baruna F.W yang meliputi Tanggeung, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Agrabinta, Sindang Barang, Cidaun, Cikadu, dan Naringgul.
Untuk kursi di Provinsi Dapil Kabupaten Cianjur dan Bogor anggota dewannya Sadar Muslihat dan Pusatnya Bapak  Ecky Awal Mucharam.

6.     Bagaimana cara merekrut anggota Partai PKS ?

Dengan melakukan TOP (Training Orientasi Partai), untuk mengenalkan Partai PKS, bersosialisasi, menjelaskan sejarah dan juga tujuan dari Partai PKS. 

7.     Bagaimana cara apabila ingin menjadi anggota Partai PKS ?

Datang ke pengurus Partai PKS dan mengikuti pembinaan, karena syarat penting ingin menjadi anggota Partai PKS adalah mengikuti pembinaan.
 
8.     Bagaimana pembinan untuk anggota yang non muslim?

PKS sebagai partai Islam harus melaksanakan rahmatan lil alamin, hasil upaya dan perjuangan anggota PKS harus bisa dinikmati oleh semua golongan, muslim dan non muslim.Tapi untuk saat ini di daerah Jawa tidak ada anggota yang non muslim jadi kami tidak bisa memberikan jawaban. 

9.      Bagaimana konstribusi antara Partai PKS dengan partai lain ?

PKS adalah salah satu Partai Politik yang ada di Indonesia tentunya dalam beberapa kesempatan melakukan kerjasama dengan Partai Politik lain. Contoh ketika Pemilihan Gubernur untuk mencalonkan Bupati minimal 15 kursi sedangkan PKS hanya 5 kursi makadari itu tidak bisa mencalonkan, jadi PKS harus bergabung dengan partai lain yang sama visinya untuk berkoalisi.

10.           Bagaimana Partai PKS mengatasi tindakan korupsi yang bertentangan dengan syariat islam ?

Korupsi ada yang dilakukan dan tidak dilakukan. Kalau korupsi yang dilakukan itu wajib dihukum tetapi tidak bisa menggunakan syariat islam di Indonesia ini karena di Indonesia berlaku hukum Pancasila yaitu hukum buatan manusia. Hukum syariat islam tidak diakomodir di Indonesia. Dalam Partai PKS ini kami kalau ada anggota yang melakukan korupsi kami menunggu hasil dari KPK kalau benar bersalah, dipersilahkan untuk dihukum.
11.           Bagaimana pandangan Bapak Aulia Sukendar mengenai partai lain yang tidak menggunakan embel-embel syariat islam ?
Setiap partai mempunyai kebijakan masing-masing. Saya tidak berani berkomentar mengenai partai-partai lain yang tidak menggunakan embel-embel islam. Silahkan masyarakat yang menilai sendiri mana yang konsisten dan sebaliknya.
12.           Berapa imbangan suara untuk satu kursi anggota dewan ?
Di Kabupaten itu idealnya 20-20.000 suara. Tapi tidak semua anggota dewan yang jadi saat ini sesuai dengan jumlah atau kuota itu, yang dapat kursi itu dilihat mana yang paling banyak dipilih. Sedangkan yang di Pusat dan Provinsi itu yang menjadi masalah karena dari Pusat 6 kursi dan Provinsi 7 kursi. Semakin banyak anggota dewan, semakin sulit mendapatkan jatah kursi.
13.           Berapa penghasilan anggota Partai PKS ?
Anggota partai tidak di gaji, partai dibiayai anggota. Anggota memberikan sebagian gaji pada partai yang dipatok dan disesuaikan dengan penghasilan masing-masing anggota.
14.           Kapan biasanya pembinaan keanggotaan dilaksanakan ?
Biasanya dilaksanakan di akhir pekan. Sampai saat ini seluruh anggota harus terus mengikuti pembinaan. Dalam pembinaan ini setiap anggota sama saja, tidak ada pandang bulu.