Sunday, January 3, 2016

Cara Mengatasi Error Mounting NTFS di Kali Linux (Tidak Bisa Membuka Data Windows 10)

Para pengguna kali linux yang baru pertama kali menginstall dual boot dengan windows 8/10, pasti pernah menemukan error seperti ini.


Ini disebabkan karena masuk ke kali linux dari windows tanpa melakukan shutdown atau restart. Caranya yaitu, masuk ke windows terlebih dahulu, lalu shutdown. Kemudian nyalakan lagi dan boot ke kali linux.

Jika cara diatas tidak berhasil, sobat bisa coba cara berikut ini dengan cara mematikan fitur "Fast Startup" pada windows.

1. Klik kanan pada icon Batterai dibawah kemudian buka Adjust Screen Brightness






 
 2. Setelah berada di power option, kemudian klik Choose what the power buttons do yang ada di samping kiri.













3. Jika sudah terbuka, klik terlebih dahulu Change Setting That Are Currently Unavailable













4. Jika sudah, gulir ke bawah. Disana ada pilihan Shutdown settings, kemudian hapus centang pada
Turn on fast startup. Setelah itu, Save Changes.














 Jika sudah selesai, Shutdown Windows dan masuk ke kali linux. Coba buka data Windows (NTFS). Semoga Berhasil

Tuesday, June 30, 2015

Virus (Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis)

1. Pengertian Virus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.

2. Sejarah Virus

adAdolf Mayer (1882), ilmuwan Jerman menemukan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan pada daun tembakau. Mayer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular. Mayer berkesimpulan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang sangat kecil. Bakteri ini tidak dapat dilihat meskipun menggunakan mikroskop.

Kemudian Dmitri Ivanovski (1892), ilmuwan Rusia menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri tetapi partikel yang menyerang tembakau tersebut lolos dari penyaring bakteri. Ivanovski menduga bahwa penyakit mosaik pada tanaman tembakau ini disebabkan oleh suatu organisme yang berukuran lebih kecil dibandingkan bakteri. Ia merasa ada kesalahan pada teknik penyaringan. Seperti halnya Mayer, Ivanovski berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau adalah bakteri.

Martinus W. Beijeinck (1897), ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Beijerinck berpendapat bahwa ada agen yang menginfeksi tanaman tembakau, meskipun ia sendiri belum mengetahui hal itu. Beijerinck menyebut agen penginfeksi itu sebagai virus lolos saring (filterable virus). Ia memberi nama demikian karena agen tersebut dapat lolos dari saringan bakteri dan tidak dapat diamati dengan mikroskop cahaya.

Kemudian Wendell Stanley (1935), berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau. Partikel mikroskopis tersebut dinamakan TMV (Tobacco Mozaic Virus).

Perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya memberi kita pemahaman bahwa berbagai jenis virus merupakan penyebab penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Istilah virus lolos saring kemudian disingkat menjadi virus. Iwanowski dan Beijerinck dinobatkan sebagai penemu virus.

Virus memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan kelompok makhluk hidup yang lain. Dalam klasifikasi makhluk hidup, virus dipisahkan menjadi kelompok tersendiri. Ilmu yang mempelajari virus disebut virologi.

3. Ciri-ciri Virus

virVirus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :



  • Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)

  • Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.

  • Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)

  • Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor“ silindris.

  • Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.

  • Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid

  • Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.

  • Virus tidak dapat membelah diri.

  • Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.

4. Reproduksi Virus

Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi.

Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah.

a. Infeksi secara litik/daur litik

Daur litik melalui fase-fase berikut ini:
  1. Fase adsorpsi dan infeksi
Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
  1. Fase Replikasi (fase sintesis)
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya.
  1. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.

b. Infeksi secara lisogenik/daur lisogenik

Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:
  1. Fase adsorpsi dan infeksi
sdfFag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri.
  1. Fase penggabungan
hbjDNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.
  1. Fase pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang mengandung profag membelah. Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi penyusunan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri yang diserang.

5. Habitat Virus

Virus menunjukkan ciri kehidupan hanya jika berada pada sel organisme lain (sel inang). Sel inang virus berupa bakteri, mikroorganisme eukariot (seperti Protozoa dan jamur), sel tumbuhan, sel hewan, dan sel manusia. Virus yang menyerang tumbuhan dapat masuk ke dalam tumbuhan lain, terutama melalui perantara serangga. Virus yang menyerang hewan atau manusia dapat masuk ke dalam tubuh hewan atau manusia lain misalnya melalui makanan, minuman, udara, darah, luka, atau gigitan.

6. Klasifikasi Virus

Klasifikasi virus tidak mengikuti sistem Linnaeus melainkan sistem ICTV (International Comitee on Taxonomy of Viruses = Komite Internasional untuk Taksonomi Virus). Klasifikasi virus terbagi dalam tiga tingkat takson, yaitu famili, genus, dan spesies. Nama famili virus diakhiri dengan viridae, sedangkan nama genus diakhiri dengan virus. Nama spesies menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri dengan virus. Saat ini, jenis virus yang sudah teridentifikasi sekitar dua ribu spesies.

7. Jenis-Jenis Virus

a. Virus Bakteri

Virus bakteri adalah virus yang sel inangnya adalah sel bakteri. Virus bakteri disebut juga bakteriofage atau fage (Latin, phage = memakan). Virus bakteri mengandung materi genetik berupa DNA.

b. Virus Mikroorganisme Eukariot

. Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel inangnya berupa mikroorganisme yang tergolong eukariot. Virus ini terutama mengandung RNA. Virus yang menyerang jamur disebut Mycovirus.

gvjc. Virus Tumbuhan

Virus tumbuhan adalah virus yang sel inangnya adalah sel tumbuhan. Virus tumbuhan sebagian besar mengandung RNA.

d. Virus Hewan
Virus hewan adalah virus yang sel inangnya adalah sel hewan atau sel manusia. Virus hewan mengandung RNA atau DNA.

8. Peranan Virus dalam Kehidupan

Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh) disebut vaksin. Contohnya pembuatan vaksin polio, rabies, hepatitis B, influenza, cacar, dan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar gondong, dan campak.

Pada umumnya virus bersifat merugikan. Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus dapat menginfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia sehingga menimbulkan penyakit.

a. Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus
    lk
  • Mosaik, penyakit yang menyebabkan bercak kuning pada daun tumbuhan seperti tembakau, kacang kedelai, tomat kentang dan beberapa jenis labu. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco Mozaic Virus (TMV).Virus TMV pada tanaman ditularkan secara mekanis atau melalui benih.Virus dapat bertahan dan bersifat infektif selama beberapa tahun.Gejala Serangan daun tanaman yang terserang menjadi berwarna belang hijau muda sampai hijau tua.Jika menyerang tanaman muda, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.

  • Daun menggulung, terjadi pada tembakau, kapas, dan lobak yang diserang virus TYMV.

  • Penyakit tungro (virus Tungro) pada tanaman padi. Tungro adalah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan.Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengn panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.

  • Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk (virus citrus vein phloem degeneration (CVPD). Virus ini dengan begitu cepat menyebar ditularkan serangga vektor Diaphorina Citri Kuwayana (Homoptera Psyllidae) atau masyarakat umum menyebutnya kutu loncat atau kutu putih.Yellows, penyakit yang menyerang tumbuhan aster.
b. Penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus
  • Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). Ayam yang terjangkit penyakit ini harus dimusnahkan karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan penular.diikuti oleh gangguan syaraf serta diare.

  • Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau. penyakit kuku dan mulut merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menyerang hewan ternak berkuku belah diantaranya sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi. Penyebaran penyakit itu dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya virus yang terbawa oleh angin, persinggungan badan dengan hewan ternak yang sudah terinveksi, bercampurnya hewan ternak dalam angkutan truk, serta pakan ternak yang mengandung virus. Penyakit kuku dan mulut mengakibatkan sariawan yang mengganggu kuku dan mulut sehingga ternak tidak nafsu makan selama hampir dua minggu, hingga berangsur kurus dan akhirnya mati.

  • Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).

  • Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan monyet. Penyebabnya adalah Rhabdovirus. Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini sangat ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.
c. Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus
    k
  • Influenza, virus orthomyxovirus

  • Campak, virus paramyxovirus

  • Cacar air, virus Herpesvirus varicellae

  • Hepatitis, virus hepatitis

  • Gondong, paramyxovirus

  • AIDS, virus HIV

  • Herpes simplex, virus anggota suku Herpetoviridae





Sumber :

http://masterbiologi.blogspot.com/2012/10/virus-bab-2-kelas-x.html

http://hedisasrawan.blogspot.com/2012/11/virus-materi-lengkap-biologi.html

Ekosistem (Pengertian, Komponen, Rantai makanan) [Materi Biologi KelasX]

A. Pengertian Ekosistem


DASDASEkosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan hewan dengan air.

Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.

B. Komponen di Dalam Ekosistem

Dari pengertian ekosistem di atas, kita tahu bahwa unsur penting dari ekosistem adalah komponen-komponen yang ada di dalamnya. Ada dua jenis komponen ekosistem yang diambil secara garis besar yakni :

1. Komponen abiotik

batuKomponen abiotik atau fisik. Komponen ini mencakup semua unsur yang bukan mahluk hidup seperti udara, suhu, air, tanah, curah hujan, bebatuan, gurun, karang, salju dan masih banyak lagi lainnya. Materi yang termasuk ke dalam komponen abiotik ini mempengaruhi juga menyokong kehidupan komponen biotik atau hayati dalam sebuah ekosistem.

Lingkungan abiotik meliputi segala sesuatu yang tidak secara langsung terkait pada keberadaan organisme tertentu antara lain :
  • Sinar Matahari: Jika tidak ada, tidak akan ada kehidupan

  • Air: ±70% Struktur penyusun makhluk hidup. fungsi: untuk reaksi kimia pada tubuh yg disebut juga metabolisme dan juga untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

  • Senyawa organik: karbohidrat, lemak dan protein. senyawa organik harus memiliki unsur C, H, O. khusus untuk protein, harus memiliki C, H, O, N.

  • Udara: ±80% udara bebas adalah Nitrogen (N). fungsi N: membentuk protein bagi    tubuh. N bisa didapat dari atmosfer langsung, tetapi harus dirubah ke dalam    bentuk N2 . Proses pengubahan N menjadi N2 dinamakan Proses Biogeokimia. sisanya, udara bebas adalah Oksigen (O2). fungsi O2: untuk respirasi. tetapi    untuk respirasi yang tidak menggunakan O2 dinamakan Respirasi anaerob.

  • Tanah: sebagai substrat bagi tumbuhan dan sebagai tempat tinggal bagi hewan.

  • Suhu: mempengaruhi reaksi kimia. jika suhu tinggi, zat/unsur yang direaksikan lebih    cepat bereaksi karena dalam suhu yang tinggi terdapat zat katalis yang berfungsi    untuk mempercepat reaksi kimia. dalam tubuh manusia, terdapat zat katalis yang    disebutbiokatalisator yang berbentuk enzim. suhu yang tinggi juga dapat    mengakibatkan enzim rusak. sedangkan suhu rendah menyebabkan melambatnya    kinerja enzim.

  • Mineral: membantu proses reaksi kimia

  • Kelembaban udara: kandungan air di udara

  • PH: derajat keasaman suatu zat. ukuran PH: 0-14. PH 0-7 mengindikasikan zat tersebut asam. PH 7 mengindikasikan zat tersebut normal. PH 7-14 mengindikasikan zat tersebut basa.

2. Komponen biotik

dgfrdKomponen hayati atau biotik yang mencakup semua mahluk hidup yang dilihat dari susunan trofiknya dibagi ke dalam beberapa tingkatan yakni komponen produsen, komponen konsumen, dan juga komponen pengurai. Dan apabila dilihat dari fungsi komponen itu sendiri maka ia dibagi ke dalam dua komponen dasar yakni komponen autotrof dan juga komponen heterotrof. Autotrof sendiri merupakan mahluk hidup yang bisa membentuk sendiri makanannya sementara itu heterotrof adalah organism konsumen yang mengambil makanan dari luar dirinya.

C. Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

a.Individu

Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.

b.Populasi

Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi

c.Komunitas

Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

d.Ekosistem

Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme). Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

e.Biosfer

wreSeluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya. Lingkungan atau tempat yang cocok untuk kehidupannya disebut habitat. Dalam biologi kita sering membedakan istilah habitat untuk makhluk hidup mikro, seperti jamur dan bakteri, yaitu disebut substrat.

D. Hubungan Antar Mahluk Hidup

Hubungan khusus antar makhluk disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.

wwwwwwwwwwwww

1. Simbiosis Mutualisme

Hubungan khusus antar makhluk disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.

Bila dua spesie mahluk hidup, hidup bersama maing-masing mendapat keuntungan dan kedua  polpulasi dapat berkembang dengan baik tetapi jika keduanya terpisahkan masing-masing tidak dapat menjalankan hidup dengan baik. Dalam mutualisme hubungan tersebut mutlak diperlukan  bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup kedua populasi.

Contoh :
  • Simbiosis antara kerbau dengan burung jalak. Burung jalak memperoleh makanan berupa serangga-serangga kecil yang menempel pada tubuh kerbau, sedangkan kerbau diuntungkan dengan hilangnya serangga-serangga kecil yang mengganggu tubuhnya.

  • Simbiosis antara lebah dengan bunga. Lebah mengambil nektar dari bunga sebagai makanan, sedangkan bunga diuntungkan karena lebah membantu terjadinya penyerbukan.
2. Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah hubungan antar makhluk hidup yang hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lain.

Contoh :
  • Tanaman benalu yang menempel pada pohon lain. Benalu yang menempel pada tanaman inang akan menyerap makanan yang dihasilkan tanaman inang, akibatnya tanaman inang akan mati karena makanannya diserap oleh benalu.

  • Kutu yang hidup pada tubuh hewan. Kutu yang hidup di tubuh hewan mendapatkan makanan dengan menyedot darah hewan, akibatnya hewn akan kehilangan darah dan merasa gatal karena ada kutu di tubuhnya.
3. Simbiosis Komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah hubungan antar makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak sedangkan pihak lainnya tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.

Contoh :
  • Simbiosis antara tanaman anggrek dengan pohon inangnya. Anggrek membutuhkan  pohon yang tinggi sebagai tempat menempel agar memperoleh sinar matahari, sedangkan  pohon tidak diuntungkan dan tidak dirugikan karena anggrek hanya menempel dan dapat membuat makanannya sendiri.

  • Simbiosis antara ikan remora dengan ikan paus. Ikan remora berada dekat tubuh ikan  paus agar memperoleh makanan yang berupa ikan-ikan kecil, sedangkan ikan paus tidak merasa dirugikan karena ikan remora yang ukuran tubuhnya kecil tidak mengambil semua makanannya.
E. Rantai Makanan

Rantai makanan adalah hubungan yang menggambarkan peristiwa makan memakan antara makhluk hidup. Produsen adalah penghasil bahan makanan untuk hewan pemakan tumbuhan atau herbivora.

a.Produsen
  • Dalam rantai makanan tumbuhan berperan sebagai produsen.

  • Tumbuhan mampu membuat makanan sendiri.
b.Konsumen I
  • Konsumen I adalah pemakan tumbuhan (herbivora).

  • Konsumen I disebut konsumen primer.
Contoh : belalang, ulat, sapi, kerbau, kambing, dll.


c.Konsumen II
  • Konsumen II adalah pemakan hewan lain (karnivora)

  • Konsumen II disebut konsumen sekunder.
Contoh : singa, harimau, dll.


d.Konsumen III
  • Konsumen III adalah pemakan konsumen II (karnivora)

  • Konsumen III disebut konsumen tersier.
Contoh : burung elang, manusia


e.Pengurai
  • Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa tumbuhan atau hewan yang telah mati menjadi unsur-unsur pembentuknya.
Contoh : bakteri dan jamur

  • Contoh Rantai Makanan :
12
1. Tumbuhan akan menyerap dan menggunakan sinar matahari untuk memproduksi atau menghasilkan makanan dalam bentuk gula, dan akan disimpan dalam dalam biji, batang, buah, dan tempat penyimpanan yang lainnya.

2. Tikus (Konsumen tingkat I), yaitu hewan herbivora atau pemakan tumbuhan akan memakan tumbuhan tersebut. Lalu tubuh tikus mengubah sejumlah makanan menjadi energi untuk aktivitasnya dan bereproduksi.

3. Ular  (Konsumen tingkat II), yaitu hewan karnivora atau pemakan daging akan memakan tikus. Tikus merupakan makanan atau sumber energi untuk ular, suapa ular tetap bertahan hidup.

4. Burung Elang (konsumen tingkat III atau konsumen puncak) akan memakan ular. Elang memakan ular untuk menggunakan energi yang tersedia dari ular agar dapat bertahan hidup.

5. Saat burung elang mati, ia kemudian membusuk. Pada proses pembusukan tersebut ia akan diuraikan oleh mikroorganisme seperti bakteri kemudian akan diserap lagi oleh tanah tempat tanaman seperti rerumputan tumbuh.

  • Contoh ke-2 rantai makanan di air atau laut :

13
1. Phytoplankton (Produsen), di dalam ekosistem perairan Phytoplankton berperan sebagai produsen karena kemampuannya bisa berfotosintesis, membentuk cadangan makanan (amylum).

2. Ikan (Konsumen tingkat I), yaitu hewan yang memakan phytoplankton, lalu tubuh ikan akan mengubah makannanya menjadi energi untuk kelangsungan hidupnya.

3. Anjing laut (Konsumen tingkat II), anjing laut memakan ikan, karena ikan merupakan salah satu sumber makannanya.

4. Paus pembunuh (konsumen tingkat III atau konsumen puncak), akan memakan anjing laut. Paus pembunuh memakan anjing laut untuk menggunakan energi yang tersedia dari ular agar dapat bertahan hidup.

5. Saat paus mati, ia kemudian membusuk. Pada proses pembusukan tersebut ia akan diuraikan oleh mikroorganisme seperti bakteri kemudian akan diserap lagi oleh tanah tempat tanaman atau ekosistem laut seperti rerumputan laut dll.





sumber :

http://softilmu.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-komponen-ekosistem.html

https://biologiklaten.wordpress.com/bab-10-ekosistem-x/

http://www.academia.edu/9949834/mahluk_hidup_dan_lingkungan_nya

http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-rantai-makanan-dan-contohnya-lengkap.html

Tuesday, June 9, 2015

Bakteri | Materi Biologi Kelas x Semester 1

1. Pengertian Bakteri

Bakteri merupakan kelompok makhluk hidup yang berukuran sangat kecil,  bersel tunggal Penyebaran kehidupan bakteri di alam sangat luas yang dapat ditemukan di dalam tanah, air, udara, bahkan dapat dijumpai pada organisme, baik yang masih hidup maupun yang telah mati.

Bakteri merupakan makhluk yang mempunyai sel prokariot, yaitu selnya belum mempunyai membran inti. Dia bersel tunggal dan umumnya tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, ada yang bersifat saprofit atau parasit, yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri.

Ada pula bakteri yang bersifat autotrof karena memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri, misalnya bakteri hijau dan bakteri ungu. Untuk mendapatkan energi, bakteri harus melakukan respirasi (pernapasan). Ada bakteri yang membutuhkan oksigen bebas di udara, sering disebut bakteri aerobik, misalnya Nitrosomonas yang mampu memecahkan gula menjadi air, CO2, dan energi. Adapun bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas, misalnya bakteri asam susu.

2. Bentuk dan Ukuran Bakteri

hal10Ada yang berbentuk bola atau peluru (kokus), seperti batang (bacillus), bengkok seperti koma/sekrup (vibrio), dan spiral (heliks). Sel-sel tersebut biasanya berkoloni/berkelompok dan mengalami perubahan bentuk, contohnya:

  • Diplokokus, yaitu bakteri kokus berkelompok dua-dua

  • Streptokokus, yaitu bakteri yang mempunyai sel berbaris berantai;

  • Stapilokokus, yaitu bakteri yang berkelompok seperti anggur;

  • Sarcina, yaitu bakteri yang berbentuk bulat seperti kubus berkelompok delapan.

Adapun contoh bakteri yang berbentuk batang adalah:
  • Diplobasil,yaitu bakteri yang berbentuk batang bergandengan dua-dua,

  • Streptobasil, yaitu bakteri yang membentuk rantai memanjang.
Bakteri-berbentuk-spirillum-spiral








Bentuk bakteri sering digunakan sebagai salah satu dasar untuk identifikasi bakteri. Karena ukuran bakteri sangat kecil, yaitu hanya beberapa mikron yang setara dengan 0,001 mm dari yang terkecil kira-kira 1/10 mikron – 100 mikron maka untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop.

3. Struktur Sel Bakteri

Stuktur sel bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit, kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi).

Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri, juga berfungsi untuk melindungi isi sel. Dinding sel ini tidak mengandung selulosa, tetapi tersusun dari hemiselulosa dan senyawa pektin yang mengandung nitrogen dan lebih mendekati sel hewan dibandingkan sel tumbuhan.

Berdasarkan dinding selnya, bakteri dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif ( timbul warna apabila diwarnai dengan tinta) dan bakteri gram negatif (tidak muncul warna apabila diwarnai dengan tinta).

a. Struktur Utama di Luar Dinding Sel

1) Flagelum (jamak: Flagela)

fufmyBentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis, mencuat menembus dinding sel, fungsinya untuk ergerakan pada sel bakteri.Berdasar flagelnya  bakteri dikelompokkan , yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik. Berdasarkan letak dan jumlahnya, terdapat empat macam bakteri, yaitu monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri), lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri), amfitrik (memiliki dua/lebih flagella di kedua ujung sel bakteri), dan peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel).

2) Pili (Fimbriae)

fv fBentuknya seperti filamen, tetapi bukan flagela, banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Ukurannya lebih kecil, lebih pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan, tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. Selain itu, pili juga mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada  berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya.

3) Kapsul
ccKapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. Bagi bakteri, kapsul merupakan penutup/pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. Selain itu, dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi.

b. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel

Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut.

1) Membran Sitoplasma
mmberfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel, yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula, asam amino, mineral, dalam jumlah yang sesuai dan membuang elebihan nutrien atau produk-produk buangannya.

2) Mesosom
Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi, maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus.

3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya
Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut.
  • Daerah sitoplasma, berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). Ribosom ini merupakan biosintesis protein, dijumpai pada semua sel, baik eukariotik/prokariotik.

  • Daerah nukleus, bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom.

  • Bagian zat alir, mengandung nutrien terlarut . Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid, glikogen, polifosfat, dan pati. Jika materi-materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/ globul di dalam sitoplasma.
4) Plasmid dan Endospora
Pada umumnya bakteri memiliki materi genetic / plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. Dalam keadaan lingkungan yang jelek, bakteri tersebut akan membentuk endospora. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal, pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. Jika kondisi telah membaik, maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula.

4. Perkembangbiakan Bakteri

a. Pembelahan Sel (Biner)

fjProses reproduksi yang paling umum dilakukan oleh bakteri adalah pembelahan biner melintang. Setelah pembentukan dinding sel melintang, maka satu sel tunggal membelah menjadi dua sel anak. Dua sel anak ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dan akan tumbuh menjadi dewasa,  Pembelahan ini merupakan pembelahan secara langsung, artinya tidak melalui beberapa tahap. Proses ini berlangsung sangat cepat, setiap 20 menit membelah menjadi dua.

b. Konjugasi

sgshserhaKonjugasi merupakan cara reproduksi bakteri secara seksual. Hal ini dapat terjadi bila dua bakteri berdekatan yang memunculkan saluran sehingga bisa saling berhubungan. Dengan demikian, maka materi genetic bisa berpindah dari satu sel ke sel lain beserta sitoplasmanya.

Reproduksi secara generatif tejadi melalui tiga tahap, yaitu:

  • Transformasi (pemindahan satu gen/DNA bakteri ke sel bakteri lain);

  • Konjugasi;

  • Terinduksi (proses pemindahan materi genetik melalui perantaraan/infeksi virus).

5. Klasifikasi Bakteri

Salah satu klasifikasi yang dianut dalam taksonomi adalah penggolongan berdasarkan tempat hidupnya yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu sebagai berikut.

1) Eubacteria

Eubacteria merupakan bakteri pada umumnya, yaitu bakteri yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, Berikut ini beberapa jenis contoh Eubacteria.

a. Ordo Eubacteriales

Ciri-ciri dari ordo ini adalah sel-selnya berbentuk bulat atau batang yang lurus dan terpisah-pisah. Kadang-kadang membentuk koloni berupa rantai. Alat geraknya berupa flagel yang peritrik atau tidak bergerak.

Bangsa ini meliputi berbagai famili, antara lain sebagai berikut.

  • Azetobacteraceae

  • Rhizobiaceae

  • Enterobacteriaceae

  • Micrococcaceae

  • Neisseriaceae

  • Lactobacillaceae

  • Bacillaceae
b. Ordo Actinomycetes Sel-sel Actinomycetes memanjang mirip hifa cendawan, cenderung membentuk percabangan. Ada beberapa famili, yaitu:

  • Mycobacteriaceae

  • Actinomycetaceae

  • Streptomycetaceae
2) Archaebacteria

Bakteri ini menyerupai bakteri lainnya.Ciri-cirinya antara lain prokariota, (ingatlah kembali ciri-ciri prokariot, yaitu tidak mempunyai nukleus, memiliki dinding sel, tetapi tidak terbuat dari peptidoglikan). Beberapa jenis Archaebacteria, diantaranya seperti berikut.
  • Metanobacteria, merupakan kelompok bakteri yang luas penyebarannya.

  • Halobacterium habitatnya berkadar garam tinggi,

  • Thermoplasma (kelompok thermoasidofil) yang ditemukan dalam air asam dari mata air belerang yang panas.

6. Peranan Bakteri Dalam Kehidupan Manusia

A. Peranan yang Menguntungkan/Apatogen

a. Bakteri penghasil antibiotik yang berguna bagi manusia, (ordo bakteri Actinomycetes) Bakteri Penghasil Antibiotik :
  • Streptomyces griseus streptomicin

  • Streptomyces rimosus teramisin

  • Streptomyces venezuelae chloracimphenicol/kloromisitin

  • Streptomyces aureofaciens aureomisin

  • Bacillus polymixa polimiksin

  • Bacillus subtilis basitrasin

  • Bacillus brevis terotrisin. terotrisin
b. Bakteri yang bermanfaat dalam produksi bahan makanan Bakteri yang Dimanfaatkan dalam Bahan Makanan :

  • Yakult Susu Lactobacillus casei

  • Yoghurt/susu asam Susu Lactobacillus bulgaricus

  • Nata de coco Sari air kelapa Acetobacter xylinum (kolang-kaling buatan)

  • Mentega Susu Streptococcuslactis

  • Asam cuka Alkohol Acetobacter

  • Terasi Ikan Loctobacillus sp.

  • Asinan buah-buahan Buah-buahan Loctobacillus sp.

  • Asam butirat – Clostridium bitricum

  • Asam propionat – Propioni bactericum

B. Peranan yang Merugikan/Patogen

a. Bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia :

  • Clostridium tetani Tetanus Batang Otot

  • Diplococcus pneumonia Pneumonia (paru) Bola Paru

  • Mycobacterium tuberculosis TBC Batang Paru

  • Mycobacterium leprae Lepra Batang Kulit

  • Neisseria gonorrhoe Rajasinga Spiral Alat kelamin

  • Pasteurella pestis Pes/sampar Batang Kelenjar darah

  • Salmonella typhosa Tipus Batang Usus halus

  • Shigella dysentriae Disentri Batang Kelenjar darah

  • Treponema pallidum Sifilis Spiral Alat kelamin

  • Vibrio comma Kolera Koma Usus halus
 b. Bakteri yang menyebabkan penyakit pada hewan ternak :

  • Actinomyces bovis Bengkak rahang pada sapi

  • Bacillus anthracis Penyakit anthraks pada ternak

  • Streptococcus agalactia Radang payudara sapi

  • Cytophaga columnaris Penyakit pada ikan

c. Bakteri yang merusak bahan makanan :

  • Acetobacter, mengubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur.

  • Pseudomonas cocovenans, membentuk asam bongkrek (racun) dari tempe bongkrek.

  • Clostridium botulinum, penghasil racun makanan dan asam butirat.
 d. Bakteri yang merusak pada tanaman :

  • Xanthomonas oryzae Menyerang pucuk batang padi.

  • Xanthomonas campestris Menyerang tanaman kubis.

  • Pseudomonas solenacearum Penyakit layu pada terung-terungan.

  • Erwinia amylovora Penyakit bonyok pada buah-buahan.

7. Penanggulangan Terhadap Bakteri Yang Merugikan

1. Pengawetan Makanan


Pengawetan alamiPengawetan makanan merupakan salah satu usaha membuat kondisi makanan tidak mudah rusak oleh bakteri karena bakteri yang masuk ke dalam makanan tidak dapat tumbuh. Tahukah Anda  mikroorganisme tidak dapat timbul pada lingkungan yang berkadar garam tinggi, di daerah kadar gula tinggi, kadar asam, kadar air rendah, dan suhu yang rendah. Bagaimanakah caranya menyawetkan makanan? Contoh pengawetan makanan adalah dengan cara pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasinan, pendinginan, pengasaman, dan diberi bahan pengawet makanan, yaitu asam benzoat. Coba Anda berikan contoh makanan hasil dari pengawetan makanan tersebut? Ingatlah hindari pengawetan makanan dengan diberi formalin asam boraks! Seperti yang telah kita ketahui di Indonesia belum lama ini terjadi kasus keracunan makanan dengan pemberian formalin.

2. Pengolahan Makanan

Pengolahan makanan dapat dilakukan dengan cara pemanasan. Bentuk pemanasan dapat berupa pasteurisasi. Pasteurisasi adalah bentuk pemanasan susu sampai 70°C agar susu tidak terurai dan mudah dicerna. Susu ini dapat bertahan 12 jam dari bakteri patogen, misalnya Salmonella dan Mycobacterium. Selain itu, dapat juga untuk mepertahankan rasa dan aroma. Sterilisasi berasal dari kata steril yang berarti bebas mikroorganisme. Sterilisasi merupakan pengolahan makanan dengan cara pemanasan menggunakan udara panas atau uap air panas yang bertekanan tinggi. Alat yang digunakan adalah oven atau autoklaf. Sterilisasi ini ada dua macam, yaitu sterilisasi alat dan bahan makanan. Sterilisasi biasa dilakukan pada industri makanan dan minuman. Contohnya, makanan dan minuman kaleng.

3. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Diri serta Lingkungan

Cara hidup yang sehat adalah selalu tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri dengan lingkungan. Bagaimana cara agar terhindar dari berbagai penyakit? Upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
  • Selalu menjaga badan yaitu dengan cara mandi teratur, dan mencuci tangan sebelum makan.

  • Olahraga dengan teratur.

  • Makan makanan bergizi.

  • Istirahat yang cukup.

  • Imunisasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.





Sumber

Klasifikasi Hewan (Vertebrata dan Invertebrata) dan Ciri-cirinya

Klasifikasi Hewan

Berdasarkan Klasifikasinya, Hewan atau binatang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, diantaranya adalah Vertebrata yaitu Hewan yang memiliki tulang belakang dan Invertebrata yang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Pada dasarnya, klasifikasi hewan yang menjadi Vertebrata dan Invertebrata ini merupakan klasifikasi berdasarkan struktur tubuh hewan atau binatang.

A. Hewan Vertebrata

Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
  • Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.

  • Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.

  • Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.

  • Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.

  • Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.
B. Hewan Invertebrata

Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah  Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata.

Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :

1. Filum Protozoa


protoFilum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).

Ciri-ciri Protozoa :
  • Organisme uniseluler (bersel tunggal)

  • Eukariotik (memiliki membran nukleus)

  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)

  • Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)

  • Hidup bebas, saprofit atau parasite

  • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup

  • Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
2. Filum Porifera

poriPorifera adalah hewan yang dikenal paling sederhana. Tidak seperti semua filum hewan lainnya, yang memiliki dua atau tiga lapis tubuh (diploblastik atau triploblastik), porifera hanya memiliki lapisan tubuh tunggal (monoblastik), dan tidak ada jaringan yang sejati. Mereka tidak memiliki pelengkap dan tidak memiliki kemampuan untuk membuat gerakan apapun, kekurangan jaringan otot. Porifera yang secara eksklusif adalah mahluk air.

Ciri-ciri Porifera :

  • Tidak ada simetri yang pasti.

  • tubuh multiseluler, beberapa jaringan, tidak ada organ.

  • Sel dan jaringan mengelilingi ruang diisi air tetapi tidak ada rongga tubuh sejati.

  • Semua sesil, (hidup melekat pada sesuatu).

  • Reproduksi seksual atau aseksual, reproduksi seksual dapat berupa gonokoristik atau hermafrodit.

  • Tidak memiliki sistem saraf.

  • Memiliki tahap larva yang berbeda dengan planktonik.

  • Tinggal di lingkungan perairan, terutama laut.

  • Semua adalah penyaring makanan.

  • Sering memiliki kerangka spikula.
3. Filum Cnidaria (Coelenterata)

dsCoelenterata atau cnidaria adalah satu filum hewan yang relatif sederhana (salah satu di antara 38) yang meliputi ubur-ubur, karang, bunga pansy laut, pena laut, ubur-ubur kotak, dan tawon laut. Filum ini mendapat nama Cnidaria, dari bahasa Yunani “Cnidos,” yang berarti “jarum menyengat.”

Tubuh cnidaria tersusun atas jaringan luar yang disebut epidermis, dan jaringan dalam yang disebut gastrodermis. Gerakan tubuh cnidaria diatur oleh sistem saraf jala yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya.

Terdapat dua bentuk tubuh cnidaria, yaitu polip dan medusa. Polip merupakan bentuk cnidaria yang menempel (sessile) pada substrat tertentu dan tidak dapat bergerak bebas. Sedangkan medusa merupakan bentuk bebas dimana cnidaria dapat bergerak mencari makan di perairan.

Ciri-ciri Cnidaria :
  • Memiliki rongga tubuh (coelom) berupa rongga gastrovasculer yang berfungsi sebagai alat pencernakan dan sirkulasi makanan. Sistem pencernaan berlangsung secara ekstraseluler (dalam gastrovaskuler) dan intraseluler (dalam sel endoderm).

  • Diploplastik, dinding tubuh terdiri 2 lapisan, yaitu ektoderm ( lapisan luar ) dan endoderm (lapisan dalam). Antara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea (tengah).

  • Memiliki 2 bentuk kehidupan, yaitu bentuk polip dan medusa. Bentuk polip dengan ciri hidup soliter / berkoloni, menempel / menetap pada subtrat dasar, dan berkembang biak dengan cara vegetatif. bentuk polip yang berkoloni dinamakan polimorfisme. Bentuk medusa dengan ciri hidup bergerak aktif / berenang bebas, berkembang biak dengan cara generatif.

  • Sistem reproduksi secara metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara vegetatif dengan generatif. secara vegetatif dengan membentuk kuncup / tunas / gemullae, dan secara generatif melalui pembuahan ovum dengan sperma.

  • Sistem respirasi melalui seluruh tubuh secara difusi. Sistem syaraf dengan membentuk jala, yaitu berupa ganglion syaraf.

  • Sistem gerak dengan menggunakan tentakel yang terdapat pada sekitar mulut. Tentakel juga berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan. Pada ujung tentakel terdapat sel knidoblast, setiap knidoblast mengandung alat penyengat yang dinamakan nematokist, yang berfungsi untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa kedalam tubuhnya.

  • Habitat umumnya di laut, kecuali Hydra sp (di air tawar).
4. Filum Ctenophora

ctenoph1Ctenophora yaitu hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya. Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filum Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.

Ciri-ciri Ctenophora :
  • Mempunyai anggota berjumlah sekltar 100 spesies yang semuanya berhabitat di laut

  • Hidupnya planktonic yaitu melayang-layang di air

  • Bagian tubuhnya terdiri atas permukaan oral (mulut) dan aboral (anus)

  • Hidup soliter (tidak berkoloni)

  • Memiliki dua atau lebih silia pada setiap sel tubuhnya (Coelenterata hanya mempunyai satu sili)

  • Merupakan hewan predator yang memakan zooplankton

  • Sistem pencernaannya mirip dengan Coelenterata Diawali dengan masuknya makanan melalui lubang mulut, kemudian menuju faring stomodeum (mencerna secara ekstraseluler) sebelum menuju ke kanal (saluran) gastrovaskuler (mencerna secara intraseluler) Dari kanal ini, sisa makanan akan dikeluarkan melalui lubang anus

  • Semua spesiesnya memancarkan cahaya/berpendar (bioluminescent) Walaupun fungsi peredaran cahaya ini belum diketahui dengan jelas, banyak pakar menghubungkan fungsinya untuk memancing mangsa dan menghindari diri dari pemangsa
5. Filum Platyhelminthes

piugkl
Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).

Ciri-ciri Platyhelminthes :
  • Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.

  • Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut—> farink—> usus —> dan dikeluarkan melalui mulut.

  • Reproduksi secara  seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan  perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena  bersifat hermaprodit (monoceus). Secara aseksual dengan  fragmentasi dan membentuk generasi baru (regenerasi).

  • Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).

  • Susunan syaraf terdiri  atas 2 ganglia yang  berbentuk cincin membentuk tangga tali.

  • Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).

  • Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.

  • Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.
6. Filum Nematoda

nemaNematoda (Cacing Gilik), yaitu cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.



Ciri-ciri Nematoda :
  • Nematoda dalam pengelompokan filogenetik sama dengan arthropoda karena adanya kutikula eksternal yang menyimpannya dan melindungi hewan dari kekeringan.

  • Ada sekitar 28.000 spesies nematoda, dengan sekitar 16.000 dari mereka yang parasit.

  • Nematoda merupakan berbentuk tubular dan dianggap pseudosoelomata karena mereka tidak memiliki coelom sejati.

  • Nematoda tidak memiliki sistem ekskresi yang berkembang dengan baik, tetapi memiliki sistem pencernaan yang lengkap.

  • Nematoda memiliki kemampuan untuk menumpahkan eksoskeleton mereka, proses yang disebut ecdysis.

  • Nematoda berbentuk simetri bilateral

  • Badan memiliki lebih dari dua lapisan sel, jaringan dan organ.

  • Rongga tubuh adalah cairan pseudocoel

  • Badan memiliki usus dengan anus subterminal.

  • Tubuh tertutup kutikula yang kompleks.

  • Memiliki sistem saraf dengan cincin faring saraf.

  • Tidak memiliki sistem peredaran darah (tidak ada sistem darah)

  • Reproduksi biasanya seksual dan gonochoristic.

  • Hidup di mana-mana, beberapa spesies merupakan endoparasit.

7. Filum Annelida

cacAnnelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak), Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.

Ciri-ciri Annelida :
  • Tubuh tersusun atas segmen-segmen menyerupai gelang/ cincin

  • Segmen terdapat di bagian luar dan dalam tubuhnya. Diantara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa

  • Panjang tubuh bervariasi dari sekitar 1 mm hingga 3 m

  • Bentuk tubuhnya simetris bilateral, tubuh dilapisi kutikula

  • Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia

  • Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap
8. Filum Mollusca

ACHATINA+FULICA+1Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.

Ciri-ciri Mollusca : 
  • Tubuh tidak beruas-ruas, kecuali polyplacophora; simetri bilateral atau asimetri karena torsi.

  • Tubuh biasanya pendek dan sebagian atau seluruhnya tertutup mantel. di antara mantel dan tubuh yang lunak terdapat rongga mantel, atau lenyap secara sekunder.

  • Biasanya terdapat cangkang yang dihasilkan oleh mantel. cangkang terdiri atas 1, 2 atau 8 keping. kepala berdekatan dengan otot kaki di bagian ventral. kaki berfungsi untuk merayap, meliang, berenang atau menangkap makanan.

  • Sistem pencernaan lengkap, kompleks dan dilengkapi saluran bercilia untuk menyortir partikel makanan. mulut mempunyai radula, kecuali bivalvia; kelenjar pencernaan (hati) besar; anus bermuara di rongga mantel.
9. Filum Artropoda

hjujFilum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).

Ciri-ciri Artropoda :
  • Tubuh tersegmentasi. Ini berarti bahwa mereka akan memiliki tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian. Laba-laba memiliki dua segmen dan lalat memiliki tiga segmen.

  • Banyak kaki bersendi atau anggota badan. Laba-laba memiliki 8 kaki, kaki seribu dapat memiliki … Ratusan! lalat memiliki tiga segmen.

  • Sebuah eksoskeleton. Ini adalah kerangka eksternal. Seperti baju besi, melindungi tubuh arthropoda. Ketika arthropoda lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat dan dapat ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda adalah invertebrata, yang berarti bahwa mereka tidak memiliki tulang belakang.

  • Berdarah dingin. Arthropoda adalah berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda adalah beberapa hewan paling menarik di dunia!

  • Habitat. Arthropoda yang di seluruh dunia dalam distribusi mereka dan menempati berbagai habitat termasuk laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai dan sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan padang rumput.





sumber :

http://www.sridianti.com

http://ilmupengetahuanumum.com/klasifikasi-hewan-vertebrata-invertebrata/

http://gurungeblog.com/2008/11/18/mengenal-protozoa/

http://www.edubio.info/2015/01/filum-cnidaria.html

http://www.bimbie.com/ctenophora.htm